(1)
Pemerintah
sekali lagi menunjukkan inkosintensinya dalam membuat kebijakan. Baru-baru ini
pemerintah melalui kementerian kesehatan dalam menghadapi pandemi covid-19
mengeluarkan kebijakan agar di setiap provinsi yang diduga cukup tinggi korban terpapar
Corona dilakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Serentak setelah
keluar kebijakan tersebut beberapa provinsi mengeluarkan kebijakan PSBB. Tapi,
baru saja kebijakan tersebut dilaksanakan publik dikagetkan dengan adanya
pernyataan yang datangnya dari Kementerian Perhubungan bahwa moda transportasi
mulai 7 Mei 2020 dipersilakan mengaktifkan kembali rutenya. Pernyataan yang
sempat disampaikan di hadapan anggota dewan dan direspon secara antusias oleh
para anggota dewan spontan membuat publik terkejut. Publik dibuat tidak habis
pikir tentang sikap yang diambil pemerintah yang terkesan inkonsisten ini.
Kenapa lagi-lagi pemerintah memperlihatkan sikap inkonsisten di mata rakyatnya?
(2)
Sikap
inkonsisten ini menyebabkan masyarakat menjadi kurang yakin terhadap kebijakan
pemerintah dalam menghadapi pandemi covid-19 ini. Agaknya dalam hal ini
pemerintah masih belum bisa mengambil langkah tegas untuk memberlakukan Pembatasan
Sosial Bersekala Besar (PSBB). Saat ini juga pemerintah mengambil kebijakan
larangan mudik idul fitri 2020 yang dikeluarkan pada tanggal 23 april 2020.
Peraturan Menteri Perhubungan No 25 tahun 2020 tentang pengendalian
transportasi selama masa mudik Idul Fitri 1441 Hijriah dalam rangka pencegahan
penyebaran covid-19. Akankah kebijakan ini konsisten dilakukan oleh pemerintah ?
(3)
Sebenarnya
sikap inkonsisten pemerintah ini juga mungkin terjadi karena sikap masyarakat
yang kurang mematuhi kebijakan yang dibuat. Disamping itu juga masyarakat mau
tidak mau tetap menggunakan transportasi untuk akses kerja mereka. Moda
transportasi menjadi salah satu solusi mereka untuk menghindari kemacetan. Akibatnya
keputusan yang dibuat menjadi tidak konsisten. Tapi untuk saat ini pemberlakuan
beroperasinya transportasi juga harus memenuhi protokol kesehatan. Contohnya menyediakan
hand sanitizer, menyemprotkan cairan disentifikan pada kendaraan dan tempat –
tampat yang akan di gunakan para penumpang. Beberapa transportasi yang sudah mulai beroperasi
seperti kereta, bus, dan pesawat harus memenuhi protokol kesehatan dalam
beroperasi. Meskipun begitu penyebaran covid-19 akan mudah apabila transportasi
umum ramai penumpang. Karena sudah banyak perusahan yang sudah tidak
memberlakukan WFH (Work From Home). Walaupun demikian perusahaan harus
menyediakan masker untuk para pekerja juga menyediakan hand sanitizer untuk
tamu – tamu yang berkepentingan.
(4)
Dalam
pemberlakuan beroperasinya transportasi umum diminta untuk menyediakan masker
dan pemerintah juga diminta untuk tetap memantau protocol kesehatan yang
dilakukan. Selain itu, pemberlakuan dilarang mudik saat ini juga untuk
mengantisipasi menjolaknya beban penumpang dalam transportasi umum. Dalam kebijakan
larangan mudik saat ini banyak masyarakat yang berbuat curang untuk tetap bisa
berangkat mudik. Sangat disayang sekali transportasi besar seperti truk
dimanfaatkan untuk menyembunyikan mobil pribadi yang berisi keluarga untuk tujuan
mudik. Namun hal ini cepat disadari oleh aparat yang bertugas di lalu lintas
arus mudik. Oleh sebab itu, mulai diketatkan lagi pemeriksaan kendaraan –
kendaraan besar. Hal ini disemogakan dapat mengantisipasi penyebaran luas
covid-19.
(5)
Peran
pejabat daerah dan pusat seharusnya lebih kompak dalam menangani berhentinya
penyebaran covid-19. Banyak hal yang dapat membantu pemerintah dalam
menghentikan penyebaran covid-19 ini. Salah satunya adalah karantina mandiri
atau karantina wilayah. Dalam hal ini, masyarakat diminta untuk tetap dirumah
saja tidak berpergian dengan tujuan yang tidak penting. Dengan demikian
masyarakat dapat terhindar dari perkumpulan atau kerumunan orang. Karena dalam kerumunan
orang kita tidak tahu apakah salah satu dari mereka menderita covid-19. Jadi diharapkan
masyarakat untuk tetap dirumah karena ini salah satu cara yang sangat efisien
untuk menggurangi penyebaran covid-19. Namun banyak juga dampak yang terjadi
dari tetap dirumah saja.
(6)
Dampak
yang sangat berpengaruh dalam sistem tetap dirumah saja yaitu ekonomi. Banyak para
pekerja yang di PHK karena perusahaannya mengalami penurunan omset penjualan. Para
pekerja yang di PHK pun memiliki perekonomian yang tidak seberapa. Masih banyak
juga pemulung dan penjual kaki lima yang masih beroperasi. Karena biaya hidup
mereka bergantung pada pekerjaan itu. Di pihak lain, orang – orang yang
memiliki penghasilan lebih saat ini banyak memberikan bantuan seperti membagi –
bagi kan sembako dan ada pula yang membantu dalam bentuk uang juga. Banyak juga
lembaga – lembaga atau masyarakat yang menggalang dana untuk membantu masyarakat
yang kurang mampu. Hal ini tentu sangat membantu untuk masyarakat yang kurang
mampu, agar tetap menjaga kesehatannya dan terpenuhi kebutuhan nya.
(7)
Selain
bantuan – bantuan yang diberikan, masyarakat juga sebaiknya lebih sering
memberikan sosialisasi tentang cara pencegahan covid-19 ini. Semakin banyak
orang yang bersosialisasi tentang pencegahan covid-19, diharapkan juga
masyarakat semakin sadar akan kesehatan dan kebersihan. Dengan begitu
penyebaran covid-19 berkurang dan pandemi yang terjadi sekarang bisa dapat
berhenti dengan cepat. Peran masyarakat sangat berpengaruh untuk menangani
pandemi ini, karena untuk apa pemerintah memberlakukan aturan – aturan namun
masyarakat nya tidak menjalani dengan baik?. Dalam konteks ini, kekompakan masyarakat
dan pemerintah di perlukan untuk menangani pandemi ini. Jadi tidak perlu saling
menyalahkan dalam penanganan pandemi covid-19 yang terjadi saat ini.
publish : 12 mei 2020
keresahan seorang mahasiswi dalam menghadapi pandemi yang terjadi dari bulan maret 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar