Selasa, 12 Mei 2020

pandemi 2020, covid-19

(1)
Pemerintah sekali lagi menunjukkan inkosintensinya dalam membuat kebijakan. Baru-baru ini pemerintah melalui kementerian kesehatan dalam menghadapi pandemi covid-19 mengeluarkan kebijakan agar di setiap provinsi yang diduga cukup tinggi korban terpapar Corona dilakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Serentak setelah keluar kebijakan tersebut beberapa provinsi mengeluarkan kebijakan PSBB. Tapi, baru saja kebijakan tersebut dilaksanakan publik dikagetkan dengan adanya pernyataan yang datangnya dari Kementerian Perhubungan bahwa moda transportasi mulai 7 Mei 2020 dipersilakan mengaktifkan kembali rutenya. Pernyataan yang sempat disampaikan di hadapan anggota dewan dan direspon secara antusias oleh para anggota dewan spontan membuat publik terkejut. Publik dibuat tidak habis pikir tentang sikap yang diambil pemerintah yang terkesan inkonsisten ini. Kenapa lagi-lagi pemerintah memperlihatkan sikap inkonsisten di mata rakyatnya?

(2)
Sikap inkonsisten ini menyebabkan masyarakat menjadi kurang yakin terhadap kebijakan pemerintah dalam menghadapi pandemi covid-19 ini. Agaknya dalam hal ini pemerintah masih belum bisa mengambil langkah tegas untuk memberlakukan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB). Saat ini juga pemerintah mengambil kebijakan larangan mudik idul fitri 2020 yang dikeluarkan pada tanggal 23 april 2020. Peraturan Menteri Perhubungan No 25 tahun 2020 tentang pengendalian transportasi selama masa mudik Idul Fitri 1441 Hijriah dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19. Akankah kebijakan ini konsisten dilakukan oleh pemerintah ?

(3)
Sebenarnya sikap inkonsisten pemerintah ini juga mungkin terjadi karena sikap masyarakat yang kurang mematuhi kebijakan yang dibuat. Disamping itu juga masyarakat mau tidak mau tetap menggunakan transportasi untuk akses kerja mereka. Moda transportasi menjadi salah satu solusi mereka untuk menghindari kemacetan. Akibatnya keputusan yang dibuat menjadi tidak konsisten. Tapi untuk saat ini pemberlakuan beroperasinya transportasi juga harus memenuhi protokol kesehatan. Contohnya menyediakan hand sanitizer, menyemprotkan cairan disentifikan pada kendaraan dan tempat – tampat yang akan di gunakan para penumpang.  Beberapa transportasi yang sudah mulai beroperasi seperti kereta, bus, dan pesawat harus memenuhi protokol kesehatan dalam beroperasi. Meskipun begitu penyebaran covid-19 akan mudah apabila transportasi umum ramai penumpang. Karena sudah banyak perusahan yang sudah tidak memberlakukan WFH (Work From Home). Walaupun demikian perusahaan harus menyediakan masker untuk para pekerja juga menyediakan hand sanitizer untuk tamu – tamu yang berkepentingan.

(4)
Dalam pemberlakuan beroperasinya transportasi umum diminta untuk menyediakan masker dan pemerintah juga diminta untuk tetap memantau protocol kesehatan yang dilakukan. Selain itu, pemberlakuan dilarang mudik saat ini juga untuk mengantisipasi menjolaknya beban penumpang dalam transportasi umum. Dalam kebijakan larangan mudik saat ini banyak masyarakat yang berbuat curang untuk tetap bisa berangkat mudik. Sangat disayang sekali transportasi besar seperti truk dimanfaatkan untuk menyembunyikan mobil pribadi yang berisi keluarga untuk tujuan mudik. Namun hal ini cepat disadari oleh aparat yang bertugas di lalu lintas arus mudik. Oleh sebab itu, mulai diketatkan lagi pemeriksaan kendaraan – kendaraan besar. Hal ini disemogakan dapat mengantisipasi penyebaran luas covid-19.

(5)
Peran pejabat daerah dan pusat seharusnya lebih kompak dalam menangani berhentinya penyebaran covid-19. Banyak hal yang dapat membantu pemerintah dalam menghentikan penyebaran covid-19 ini. Salah satunya adalah karantina mandiri atau karantina wilayah. Dalam hal ini, masyarakat diminta untuk tetap dirumah saja tidak berpergian dengan tujuan yang tidak penting. Dengan demikian masyarakat dapat terhindar dari perkumpulan atau kerumunan orang. Karena dalam kerumunan orang kita tidak tahu apakah salah satu dari mereka menderita covid-19. Jadi diharapkan masyarakat untuk tetap dirumah karena ini salah satu cara yang sangat efisien untuk menggurangi penyebaran covid-19. Namun banyak juga dampak yang terjadi dari tetap dirumah saja.

(6)
Dampak yang sangat berpengaruh dalam sistem tetap dirumah saja yaitu ekonomi. Banyak para pekerja yang di PHK karena perusahaannya mengalami penurunan omset penjualan. Para pekerja yang di PHK pun memiliki perekonomian yang tidak seberapa. Masih banyak juga pemulung dan penjual kaki lima yang masih beroperasi. Karena biaya hidup mereka bergantung pada pekerjaan itu. Di pihak lain, orang – orang yang memiliki penghasilan lebih saat ini banyak memberikan bantuan seperti membagi – bagi kan sembako dan ada pula yang membantu dalam bentuk uang juga. Banyak juga lembaga – lembaga atau masyarakat yang menggalang dana untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Hal ini tentu sangat membantu untuk masyarakat yang kurang mampu, agar tetap menjaga kesehatannya dan terpenuhi kebutuhan nya.

(7)
Selain bantuan – bantuan yang diberikan, masyarakat juga sebaiknya lebih sering memberikan sosialisasi tentang cara pencegahan covid-19 ini. Semakin banyak orang yang bersosialisasi tentang pencegahan covid-19, diharapkan juga masyarakat semakin sadar akan kesehatan dan kebersihan. Dengan begitu penyebaran covid-19 berkurang dan pandemi yang terjadi sekarang bisa dapat berhenti dengan cepat. Peran masyarakat sangat berpengaruh untuk menangani pandemi ini, karena untuk apa pemerintah memberlakukan aturan – aturan namun masyarakat nya tidak menjalani dengan baik?. Dalam konteks ini, kekompakan masyarakat dan pemerintah di perlukan untuk menangani pandemi ini. Jadi tidak perlu saling menyalahkan dalam penanganan pandemi covid-19 yang terjadi saat ini.



publish : 12 mei 2020
keresahan seorang mahasiswi dalam menghadapi pandemi yang terjadi dari bulan maret 2020